
Gerbang Selamat Datang Kendal
Skip to search - Accesskey = s
Apple Desktop Notebook Server Digital Printing 3D Modeler PDA Digital Camera MP3 /MP4 Memory Printer Speaker Handphone Motherboard LCD Monitor UPS Software Modem Paper Shredder Bags Projector Digital Microscope NOKIA O2 SONY ERICSSON SAMSUNG MOTOROLA GIGABYTE TREO HP IPAQ BLACKBERRY BENQ DOPOD H T C E-TEN QOOL I-MOBILE DMOBO AUDIOVOX COOLPAD CDMA CDMA PDA Phone CDMA & GSM (Dual Mode) APPLE IPOD ARCHOS Multimedia AMOOBA TABLET PC Sarung Sennheiser Headphone Bluetooth I.TECH Bluetooth Memory Card Baterai Keyboard Screen Protector Stylus Cable & Charger Card Reader Casing Crystal Case Infrared Nomor Perdana
Sejak 19 Januari 2006
Terdapat 525 berita dan 1,782 komentar, dalam 17 kategori.
Dilihat: 259283 kali
Pengunjung: 35677 orang
Dilihat Hari ini: 74 kali
Dilihat Anda: 95 kali
Dilihat Anda hari ini: 21 kali

KENDAL - Nasib nahas dialami Tunari (58), warga Dukuh Kumpulsari, Desa Gempolsewu, Kec Rowosari. Usai mencari ikan di laut, dia menghembuskan nafas terakhir, Minggu (2/3/2008).
Korban meninggal dunia usai mencari ikan di laut bersama teman-temannya. Korban meninggal dunia karena sakit perut yang diderita sejak berada di tengah laut.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban berangkat mencari ikan sejak pukul 04.00 WIB. Dari rumah, korban tidak merasakan sakit pada perutnya. Namun sampai di tengah laut, korban merasakan perutnya sakit tiada terkira.
Meski sudah dipijat teman-temannya di atas perahu, penyakitnya tidak sembuh juga. Korban terpaksa tidak bisa bekerja selama di tengah laut. Korban hanya bersandar di atas perahu sambil menahan sakit. Sekitar pukul 13.00 WIB, perahu pulang dari laut. Usai menurunkan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) setempat, korban pulang ke rumah sambil menahan sakit perutnya. Selang 5 menit tiba di rumah, korban menghembuskan nafas terakhir. Korban belum sempat mendapatkan perawatan medis.
Kades Gempolsewu Heri Mardiyanto ketika dikonfirmasi membenarkan musibah yang menimpa warganya usai melaut. Sebelumnya satu nelayan tewas saat pulang dari melaut karena perahunya tenggelam diterjang angin kencang. Pihaknya akan membantu menguruskan asuransi kepada korban karena yang bersangkutan merupakan nelayan resmi yang terdaftar di TPI setempat.
“Kita akan bantu menguruskan asuransinya. Mudah-mudahan cepat cair,” jelas Heri. (Zaenal Alimin/Sindo/uky)
Sumber : okezone.com
Anda bisa menulis komentar