
Gerbang Selamat Datang Kendal
TKW Asal Kendal Meninggal di Malaysia
KENDAL - Tenaga kerja wanita (TKW) asal Kendal meninggal dunia di Malaysia. TKW bernama Nur Waqiah (33) itu meninggal dunia pada 16 Maret lalu.
Jenazah korban warga Desa Krajankulon, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah itu, tiba di Tanah Air lewat Bandara Ahmad Yani, Semarang, Kamis (20/3/2008).
Korban meninggal dunia karena mengidap penyakit paru-paru. Korban masuk ke Negeri Jiran lewat PT Mitra Kencana Prasetia sekitar satu bulan silam. Namun baru beberapa saat tiba di Malaysia, korban meninggal dunia di sebuah rumah sakit. Karena lewat PJTKI resmi, korban menerima santunan sebesar Rp50 juta.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban saat berangkat dalam kondisi sehat. Buktinya, korban lolos seleksi kesehatan yang diadakan PJTKI. Tapi saat baru beberapa minggu bekerja, korban merasakan sakit pada dadanya. Lantas korban dirujuk ke sebuah rumah sakit di Malaysia. Setelah dirawat beberapa hari, korban menghembuskan napas terakhir akhir pekan lalu.
Suami korban Romdhon (37), mengaku kaget dengan berita kematian istrinya. Sebab, selama ini istrinya tidak mengidap penyakit tertentu. Dia mengaku mendapatkan kabar kematian istrinya sekitar pukul 21.30 WIB.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sutiyono, ketika dikonfirmasi kemarin membenarkan peristiwa itu. Berdasarkan surat keterangan dari rumah sakit, korban meninggal dunia karena penyakit paru-paru.
Korban menerima santunan sebesar Rp50 juta. Perincian klaim asuransi sebesar Rp40 juta, biaya pemakaman Rp5 juta, uang duka Rp3 juta, dan dari perusahaan Rp2 juta.
“Karena yang bersangkutan masuk lewat PJTKI resmi, maka mendapatkan santunan sesuai aturan,” tukas Sutiyono. Dia mengaku, banyak tenaga kerja yang masuk ke Negeri Jiran lewat jalur ilegal. Sehingga ketika ada masalah, pihaknya kesulitan membantu mengurus.(Zaenal Alimin/Sindo/ism)
Sumber : okezone.com
1.000 Karung Pasir Hadang Ombak di Kendal
KENDAL - Warga kampung nelayan di Desa Sendangsikucing, Kecamatan Weleri, Kendal, Jawa Tengah, memasang 1.000 karung pasir di depan rumahnya. Ini untuk mencegah air laut masuk saat ombak besar menerjang.
Pada musim hujan lalu, air laut masuk hingga kedalaman 20 sentimeter. Jarak rumah warga dengan pantai hanya sekitar 10 meter. Kampung yang dikenal dengan unit desa nelayan (UDN) dihuni 40 KK.
Salah seorang warga Darmo (54) mengatakan, pemasangan 1.000 karung pasir untuk mencegah air laut masuk ke kawasan permukiman warga. Tiap ada ombak besar, air laut selalu masuk ke kawasan permukiman. Air laut biasanya terjadi saat ombak besar datang dan air pasang. Selengkapnya »
Disita, Puluhan HP Bergambar Porno
KENDAL - Petugas Binamitra Polres Kendal, Satpol PP, dan Badan Narkotika Kabupaten (BKK), Selasa (11/3) kemarin melakukan operasi di SMA PGRI 1 dan SMAN 1 Kendal. Meski tidak menemukan narkoba atau pun obat terlarang lainnya, tapi petugas berhasil menemukan puluhan hp milik siswa berisi gambar porno dan film porno. Puluhan hp itu disita petugas untuk dihilangkan file gambar porno dan film pornonya.
Razia yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dilakukan di SMA PGRI I Kendal di Jalan Tentara Pelajar. Tim yang bertugas merazia langsung masuk ke ruang kelas. Semua tas siswa diperiksa dan telepon seluler dan dompet juga tak luput dari pemeriksaan. Hasilnya sekitar 10 siswa kedapatan menyimpan gambar dan adegan porno dalam hp. Selanjutnya, telepon seluler disita dan diserahkan ke pihak sekolah. Selengkapnya »
Pulang dari Malaysia, TKW Masuk RSJ
KENDAL - Malang dialami Rohatun (44), warga Desa Bulak RT 02/I, Kec Rowosari. TKW yang baru pulang dari Malaysia ini tadi malam dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Semarang.
Korban mengalami gangguan kejiwaan setelah pulang dari Malaysia dua hari lalu. Pihak keluarga belum mengetahui penyebab gangguan jiwa yang diderita TKW yang sudah berada di Malaysia sekitar 10 tahun. Korban selama ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Selengkapnya »
Perawatan Gedung Setda Capai Rp 0,7 Miliar
KENDAL - Meski baru satu tahun ditempati, gedung sekretariat daerah sudah rusak. Biaya perawatan gedung berlantai tiga terbilang besar. Tahun ini pemkab menganggarkan dana Rp 700 juta untuk memperbaiki sejumlah enternit yang jebol diterjang hujan, tembok yang mulai retak-retak dan keramik yang mengelupas.
Dari pantauan Wawasan, musim hujan kali ini tidak hanya menyebabkan banjir, tanah longsor dan puting beliung. Tapi juga mengakibatkan gedung setda retak, sejumlah eternit mulai jebol diterjang hujan. Eternit yang jebol berada di ruang Badan Kepegawaian Daerah (BKD), musala lantai II, dan Bagian Hukum. Selengkapnya »
Dihajar Oknum Polisi, Siswa SMP Kendal Masuk RS
KENDAL - Nasib apes dialami Randy (15). Warga Desa Rejosari RT 01/IV, Kec Brangsong ini dihajar oknum polisi berinisial BD Sabtu (8/3) kemarin. Akibatnya, siswa kelas III SMPN 2 Kendal ini sekira pukul 14.15 WIB dibawa ke RSUD Dr H Soewondo untuk menjalani perawatan intensif.
Berdasarkan data di lapangan, Minggu (9/3/2008), korban dipukul BD karena jengkel anaknya Sally (15), bermain dengan korban. Kejadian bermula ketika Randy ditelpon Sally untuk mengantarkan pulang ke rumah.
“Saat itu, Sally berada di rumah temannya Rika di Patebon,” kata Randy di rumah sakit, Minggu (9/3/2008).
Setelah bertemu, lanjut Randy, dirinya diajak Sally ke Kaliwungu. Baru sekira pukul 21.15 WIB dia baru mengantarkan pulang. Namun saat di halaman rumahnya dia dianiaya BD. Selengkapnya »
2 Bocah Tenggelam di Bendungan Ditemukan Tewas
KENDAL - Dua bocah warga Dukuh Kendayaan, Desa Penyangkringan, Kec Weleri, ditemukan tewas sudah tidak bernyawa di dua tempat berbeda.
Riswiyanto (16), ditemukan sudah tidak bernyawa di bawah jembatan Kali Bulanan Desa Sendangdawung, Kec Kangkung sekitar pukul 17.00 WIB, Jumat (7/3/2008).
Letaknya sekitar 7 km dari lokasi kejadian Bendungan Timbang, Bumiayu, Weleri. Jenazah sudah dimakamkan pukul 10.00 WIB tadi pagi. Sedangkan temannya Ardiyanto (16), ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB tadi siang di bawah jembatan Kali Bulanan Desa Nawangsari, Kec Weleri. Letaknya sekitar 1,5 km dari lokasi kejadian. Selengkapnya »
3 Siswa SMPN 1 Kendal Kesurupan
KENDAL - SMPN 1 Kendal yang terletak di Kel Pegulon, Kec Kendal, Kamis siang sekira pukul 13.15 WIB gempar. Pasalnya, tiga siswanya kesurupan saat jam pelajar terakhir baru dimulai.
Tiga siswa yang kesurupan adalah Rahmawan (15), Indra Sukma Andriyana (15), keduanya siswa kelas 8C, dan Hotma Uli Rosalin (15), siswa kelas 9C.
Untuk menenangkan ketiga siswa yang kesurupan, pihak sekolah terpaksa mendatangkan tiga paranormal. Dari tiga siswa, paling parah dialami Indra. Dia harus dua kali ditangani paranormal untuk menyembuhkannya. Selengkapnya »
Dibooking, PSK Dirampok & Disekap di Kamar Hotel
SEMARANG - Aksi penganiayaan dengan sasaran wanita pekerja seks komersil (PSK) kembali terjadi. Kali ini nasib sial itu dialami oleh wanita panggilan berinisial St (18) asal Boja, Kendal yang indekos di kawasan Cinde Barat, Jomblang, Kecamatan Candisari.
PSK kelas atas itu beruntung bisa diselamatkan oleh petugas hotel setelah mengalami penganiayaan, perampasan barang-barang berharga, serta penyekapan di dalam kamar hotel oleh pria yang membokingnya.
Kasus penganiayan terhadap PSK yang terjadi kali ketiga dalam kurun waktu sebulan terakhir di wilayah hukum Polda Jateng itu terjadi di kamar nomor 301 Hotel Santika, Jalan Ahmad Yani Semarang. Selengkapnya »
Usai Cari Rumput, 2 Bocah Tenggelam di Bendungan
KENDAL - Dua bocah tenggelam tadi sore saat mandi di Bendungan Timbang, Desa Bumiayu, Kecamatan Weleri. Dua bocah nahas itu adalah Ardiyanto (16) dan Riswiyanto (16) keduanya warga Dukuh Kendayaan, Desa Penyangkringan RT 01/II, Kecamatan Weleri.
Keduanya tenggelam saat mandi di bendungan sekitar pukul 16.00 WIB. Hingga berita ini diturunkan, kedua korban yang masih memiliki hubungan kerabat ini belum ditemukan. Petugas dari Polsek dan Koramil Weleri sudah turun ke lokasi melakukan pencarian bersama warga setempat. Selengkapnya »
