
Stadion Olahraga Kendal di kejauhan
Skip to search - Accesskey = s
Apple Desktop Notebook Server Digital Printing 3D Modeler PDA Digital Camera MP3 /MP4 Memory Printer Speaker Handphone Motherboard LCD Monitor UPS Software Modem Paper Shredder Bags Projector Digital Microscope NOKIA O2 SONY ERICSSON SAMSUNG MOTOROLA GIGABYTE TREO HP IPAQ BLACKBERRY BENQ DOPOD H T C E-TEN QOOL I-MOBILE DMOBO AUDIOVOX COOLPAD CDMA CDMA PDA Phone CDMA & GSM (Dual Mode) APPLE IPOD ARCHOS Multimedia AMOOBA TABLET PC Sarung Sennheiser Headphone Bluetooth I.TECH Bluetooth Memory Card Baterai Keyboard Screen Protector Stylus Cable & Charger Card Reader Casing Crystal Case Infrared Nomor Perdana
Sejak 19 Januari 2006
Terdapat 525 berita dan 1,782 komentar, dalam 17 kategori.
Dilihat: 259269 kali
Pengunjung: 35677 orang
Dilihat Hari ini: 60 kali
Dilihat Anda: 90 kali
Dilihat Anda hari ini: 16 kali

KENDAL - Banjir akibat meluapnya Kali Kendal semakin meluas. Jika sebelumnya hanya merendam kawasan permukiman, kini banjir sudah merendam kawasan perkantoran.
Jalan Soekarno-Hatta tepatnya berada di depan kantor BPN Kendal, Jawa Tengah, Jumat (8/2/2008) itu, juga tak luput dari terjangan air.
Sejumlah kantor instansi yang terendam antara lain Koramil, Kodim, Perum Perhutani, eks Dinas Pengelolaan Pasar, KPUD, Bank BRI, kompleks Pemkab, Telkom, PKPN, dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Mikro dan Menengah. Ketinggian air berkisar antara 20- 40 sentimeter (cm).
Kendaraan yang melintas berjalan perlahan untuk menghindari jalan berlubang. Diantara permukiman warga, genangan air paling tinggi berada di Jalan Johar, Kel Pegulon. Perkampungan ini terendam air setinggi 50 cm. Kawasan perumahan Purwokerto Indah (Purin) dan Rumah Sederhana Sehat (RSS) juga ikut terendam air.
Sementara itu, banjir makin meluas hingga merendam tiga kecamatan lain, yakni Kec Rowosari, Brangsong, dan Cepiring. Banjir di tiga kecamatan itu mulai menerjang dini hari kemarin. Wabup Siti Nurmarkesi kemarin menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Desa Margorejo, Cepiring.
Ratusan warga yang rumahnya terendam air mendapatkan bantuan besar 5 kg. Usai menyerahkan bantuan kepada korban banjir, wabup juga menyerahkan bantuan korban tenggelam di Desa Sumbersari, Ngampel. Markesi mengaku, dana bantuan kepada warga diambil dari dana bencana. Saat ini, dana bencana yang sudah dipakai mencapai Rp350-an juta.
Pada 2008, Pemkab mengajukan dana bencana sebesar Rp1 miliar. Wabup yakin dana itu masih cukup untuk mengatasi bencana selama satu tahun. “Tahun lalu saja masih ada sisa sekitar Rp500 juta. Kalau kurang toh masih bisa ditambah karena sifatnya penyediaan untuk darurat,” tukasnya.
Menurut Wabup, dana bencana juga dipakai untuk menambal tanggul Kali Blorong yang jebol. Pihaknya aka mengerahkan peralatan bekhoe untuk menambal tanggul tersebut. Sebab jika dengan tenaga manusia memakan waktu yang agak lama.
Salah seorang warga perumahan RSS Yono (39), mengaku air sudah merendam perumahan itu sejak malam hari. Namun puncaknya terjadi dini hari, kemarin. Ketinggian air di jalan mencapai 20?30 cm. Beberapa rumah warga yang pondasinya rendah terendam air hingga masuk ke rumah. “Rumah saya juga kemasukan air setinggi 15 cm. Ya air itu masuk lewat rembesan dari jalan,” tukasnya.
Sementara itu jenazah Ahmad Mundasir (17), warga Desa Sumbersari, Ngampel, ditemukan tewas. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di pinggir Kali Bodri Desa Purwosari, Kec Patebon. Jenazah ditemukan tersangkut pohon pinggir sungai sekitar pukul 06.30 WIB.
Jarak kejadian dengan lokasi ditemukannya mencapai 7 km. Korban terseret arus Kali Bodri di belakang eks-SMAN 1 Pegandon Desa Tegorejo, Kec Pegandon dua hari silam. Untuk mencari korban, sebanyak 50 petugas dari SAR Bahurekso, Polairud, PMI, dan Kesbang Linmaspol dikerahkan. Usai ditemukan, jenazah korban dibawa ke RSUD Dr H Soewondo. Selanjutnya jenazah korban dimakamkan di pemakaman umum setempat. (Zaenal Alimin/Sindo/ism)
Sumber : Okezone.com
Selasa, 26 Februari 2008 11:02 WIB
yah itulah kendal.tengah kota banjir. tidak heran. sejak tahun 1990 pun dah banjir. ketika smp 1 di tengah kota. aku dah di kendal. dan itupun juga dah banjir. tapi yang diperhatikan jangan hanya kota. di wilayah timur kota kendal. tepatnya di batas kota kendal semarang. sumberejo juga tetap sering banjir hingga sekarang. apalagi sekarang lebih sering banjir. kendaraan pun akhirnya juga masuk ke perkempungan. gimana ni?
Sabtu, 23 Februari 2008 17:46 WIB
By the way, boleh nda kalo saya juga berbagi berita, ato naskah gitu, ya seputar Kendal. Buat Mas Echo, di Jakarta thanks, ya infonya.
Sabtu, 23 Februari 2008 17:44 WIB
Tapi, malam minggu 23 Pebruari ni nda hujan kok, soalnya ada konser Samson di stadion Madya Jl. Laut.
Selasa, 19 Februari 2008 21:53 WIB
sudah langganan kalau kendal banjijr….. yang penting ngak sampai alun-alun “klelep”….
kalau ” bu kaji “turun tangan pasti beres….. ( bagi2x nasi bungkus di RSS , dll )
Sabtu, 16 Februari 2008 10:40 WIB
Sudah tidak mengherankan bila musim hujan tiba, Kendal akan merasakan dampaknya yaitu berupa banjir langganan. Dulu ketika saya pernah tinggal di Kendal antara tahun 1979 s/d 1982, tepatnya di Jalan Waluyo, kami sekeluarga pun ikut merasakannya. Bahkan saya merasakan debet air hingga ke dada saya ketika itu saya masih duduk dibangku kelas 5 SD. Hingga saat ini saya sdh bertempat tinggal di Jakarta pun, saya masih mendengarkan Kendal “banjir”. Suatu hal yang sudah tidak mengherankan buat saya lagi. Semestinya Pemda setempat sudah harus bertindak agar banjir langganan tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Minggu, 10 Februari 2008 09:03 WIB
KALI BUNTU BANJIR GAK, AKU DI BATAM