Kendal dalam foto (3)
Stadion Olahraga Kendal di kejauhan

Banjir Kendal Meluas, Perkantoran Tergenang

Sabtu, 9 Februari 2008 08:50 waktu Kendal
Kategori: Informasi, Berita Kendal oleh Cah Ngilir

KENDAL - Banjir akibat meluapnya Kali Kendal semakin meluas. Jika sebelumnya hanya merendam kawasan permukiman, kini banjir sudah merendam kawasan perkantoran.

Jalan Soekarno-Hatta tepatnya berada di depan kantor BPN Kendal, Jawa Tengah, Jumat (8/2/2008) itu, juga tak luput dari terjangan air.

Sejumlah kantor instansi yang terendam antara lain Koramil, Kodim, Perum Perhutani, eks Dinas Pengelolaan Pasar, KPUD, Bank BRI, kompleks Pemkab, Telkom, PKPN, dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Mikro dan Menengah. Ketinggian air berkisar antara 20- 40 sentimeter (cm).

Kendaraan yang melintas berjalan perlahan untuk menghindari jalan berlubang. Diantara permukiman warga, genangan air paling tinggi berada di Jalan Johar, Kel Pegulon. Perkampungan ini terendam air setinggi 50 cm. Kawasan perumahan Purwokerto Indah (Purin) dan Rumah Sederhana Sehat (RSS) juga ikut terendam air.

Sementara itu, banjir makin meluas hingga merendam tiga kecamatan lain, yakni Kec Rowosari, Brangsong, dan Cepiring. Banjir di tiga kecamatan itu mulai menerjang dini hari kemarin. Wabup Siti Nurmarkesi kemarin menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Desa Margorejo, Cepiring.

Ratusan warga yang rumahnya terendam air mendapatkan bantuan besar 5 kg. Usai menyerahkan bantuan kepada korban banjir, wabup juga menyerahkan bantuan korban tenggelam di Desa Sumbersari, Ngampel. Markesi mengaku, dana bantuan kepada warga diambil dari dana bencana. Saat ini, dana bencana yang sudah dipakai mencapai Rp350-an juta.

Pada 2008, Pemkab mengajukan dana bencana sebesar Rp1 miliar. Wabup yakin dana itu masih cukup untuk mengatasi bencana selama satu tahun. “Tahun lalu saja masih ada sisa sekitar Rp500 juta. Kalau kurang toh masih bisa ditambah karena sifatnya penyediaan untuk darurat,” tukasnya.

Menurut Wabup, dana bencana juga dipakai untuk menambal tanggul Kali Blorong yang jebol. Pihaknya aka mengerahkan peralatan bekhoe untuk menambal tanggul tersebut. Sebab jika dengan tenaga manusia memakan waktu yang agak lama.

Salah seorang warga perumahan RSS Yono (39), mengaku air sudah merendam perumahan itu sejak malam hari. Namun puncaknya terjadi dini hari, kemarin. Ketinggian air di jalan mencapai 20?30 cm. Beberapa rumah warga yang pondasinya rendah terendam air hingga masuk ke rumah. “Rumah saya juga kemasukan air setinggi 15 cm. Ya air itu masuk lewat rembesan dari jalan,” tukasnya.

Sementara itu jenazah Ahmad Mundasir (17), warga Desa Sumbersari, Ngampel, ditemukan tewas. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di pinggir Kali Bodri Desa Purwosari, Kec Patebon. Jenazah ditemukan tersangkut pohon pinggir sungai sekitar pukul 06.30 WIB.

Jarak kejadian dengan lokasi ditemukannya mencapai 7 km. Korban terseret arus Kali Bodri di belakang eks-SMAN 1 Pegandon Desa Tegorejo, Kec Pegandon dua hari silam. Untuk mencari korban, sebanyak 50 petugas dari SAR Bahurekso, Polairud, PMI, dan Kesbang Linmaspol dikerahkan. Usai ditemukan, jenazah korban dibawa ke RSUD Dr H Soewondo. Selanjutnya jenazah korban dimakamkan di pemakaman umum setempat. (Zaenal Alimin/Sindo/ism)

Sumber : Okezone.com

Ada 6 komentar.

» Tulis Komentar Anda. Klik disini.

Langganan semua komentar dengan RSS atau TrackBack.

  1. didik menulis,

    Selasa, 26 Februari 2008 11:02 WIB

    yah itulah kendal.tengah kota banjir. tidak heran. sejak tahun 1990 pun dah banjir. ketika smp 1 di tengah kota. aku dah di kendal. dan itupun juga dah banjir. tapi yang diperhatikan jangan hanya kota. di wilayah timur kota kendal. tepatnya di batas kota kendal semarang. sumberejo juga tetap sering banjir hingga sekarang. apalagi sekarang lebih sering banjir. kendaraan pun akhirnya juga masuk ke perkempungan. gimana ni?

  2. nurholis menulis,

    Sabtu, 23 Februari 2008 17:46 WIB

    By the way, boleh nda kalo saya juga berbagi berita, ato naskah gitu, ya seputar Kendal. Buat Mas Echo, di Jakarta thanks, ya infonya.

  3. nurholis menulis,

    Sabtu, 23 Februari 2008 17:44 WIB

    Tapi, malam minggu 23 Pebruari ni nda hujan kok, soalnya ada konser Samson di stadion Madya Jl. Laut.

  4. bosskajur menulis,

    Selasa, 19 Februari 2008 21:53 WIB

    sudah langganan kalau kendal banjijr….. yang penting ngak sampai alun-alun “klelep”….
    kalau ” bu kaji “turun tangan pasti beres….. ( bagi2x nasi bungkus di RSS , dll )

  5. Tisno Rahadi menulis,

    Sabtu, 16 Februari 2008 10:40 WIB

    Sudah tidak mengherankan bila musim hujan tiba, Kendal akan merasakan dampaknya yaitu berupa banjir langganan. Dulu ketika saya pernah tinggal di Kendal antara tahun 1979 s/d 1982, tepatnya di Jalan Waluyo, kami sekeluarga pun ikut merasakannya. Bahkan saya merasakan debet air hingga ke dada saya ketika itu saya masih duduk dibangku kelas 5 SD. Hingga saat ini saya sdh bertempat tinggal di Jakarta pun, saya masih mendengarkan Kendal “banjir”. Suatu hal yang sudah tidak mengherankan buat saya lagi. Semestinya Pemda setempat sudah harus bertindak agar banjir langganan tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari.

  6. SIYAM BANGUNREJO menulis,

    Minggu, 10 Februari 2008 09:03 WIB

    KALI BUNTU BANJIR GAK, AKU DI BATAM

Anda bisa menulis komentar