Kendal dalam foto (1)
Pendopo Kabupaten Kendal

SOTK Diterapkan, 716 Pejabat Dilantik

Sabtu, 29 Desember 2007 20:34 waktu Kendal
Kategori: Berita Kendal, Pemerintah Daerah oleh Cah Ngilir

KENDAL- Pelantikan pejabat dengan jumlah terbanyak sepanjang “sejarah” Pemkab Kendal, Jumat (28/12) pagi dilaksanakan di pendapa kabupaten. Tercatat 716 pejabat yang akan memimpin satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru hasil susunan organisasi tata kerja (SOTK), dilantik Wabup Dra Siti Nurmarkesi dalam waktu bersamaan.

Mereka yang dilantik adalah, 28 pejabat eselon II, 157 pejabat eselon III, 301 pejabat eselon IV dan 134 kepala sekolah. Pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Kendal, ketika dimintai daftar nama pejabat yang dilantik secara rinci, belakangan enggan memberikannya.

Sejumlah pejabat eselon II yang dilantik adalah “wajah lama.” Seperti Sekwan Eddy Suparno SH, dan Kepala DKK dokter Kadar Suyanto. Rotasi dan pelantikan pejabat eselon III antara lain Agus Susanto SH menjadi Kabag Humas Setda (semula Kabag Hukum), Tavip Poernomo menjadi Kepala Kantor Penanaman Modal Daerah (semula Kabag Pembangunan), Anggit Sulistiono SSos menjadi Kabag Tapem (awalnya Ka sie di Satpol PP), Wahyu Hidayat menduduki Kabag Hukum (semula Kabid BKD).

Usai dilantik dan diambil sumpahnya, para pejabat diwajibkan untuk menyepakati perjanjian “Pakta Intregritas Kontrak Kinerja,” yang antara lain berisi kesanggupan pejabat baru untuk bekerja amanah, jujur, dan tertib.

“Pejabat baru yang dilantik akan dievaluasi kinerjanya dalam waktu enam bulan ke depan. Jika kinerja yang bersangkutan tidak baik atau terlibat praktik KKN, maka akan diberikan sanksi tegas berupa pencopotan jabatan,” tandas Wabup Dra Siti Nurmarkesi seusai acara pelantikan.

Terkait dengan kebijakan tersebut, imbuh dia, pihaknya siap menerima pelaporan adanya dugaan pelanggaran dari siapapun. “Pelaporan harus didukung dengan bukti-bukti yang valid. Sebab, saya tidak akan menanggapi pelaporan yang sebatas isu atau melalui pesan singkat.”

Pelaporan didukung bukti-bukti kuat, lanjut dia, kemudian akan diproses pihak Itwilkab (semula Bawasda-Red). “Itwilkab akan menurunkan petugas untuk melakukan penyelidikan ke lapangan. Jika hasil penyelidikan ternyata diketahui ada pelanggaran, maka pejabat terkait langsung dicopot.”

Sementara itu ratusan pejabat yang mengikuti pelantikan yang berlangsung mulai pukul 08.00-11.15, awalnya terlihat tegang. Menjelang separo pembacaan nama-nama pejabat yang dilantik, suasana berubah rileks. Sebagian peserta pelantikan, bahkan “berani” keluar pendapa selama beberapa saat.

Sumber : Suara Merdeka

Ada 1 komentar.

» Tulis Komentar Anda. Klik disini.

Langganan semua komentar dengan RSS atau TrackBack.

  1. Tri Budiarto menulis,

    Senin, 4 Februari 2008 03:04 WIB

    Dalam suatu pemerintahan, suatu hal yang biasa, Bu Nurmakesi tentunya menempatkan personil terbaik versi “Nurmakesi”, Karena kabinet Nurmakesi tentunya harus membutikan diri bila tidak kita kritik, LSM , Masyarakat ayo kita Kritis

Anda bisa menulis komentar