Kendal dalam foto (2)
Patung Kuda di Pendopo Kabupaten Kendal

Besar Disertai Badai, Empat Perahu Nelayan Rusak

Sabtu, 29 Desember 2007 20:33 waktu Kendal
Kategori: Berita Kendal oleh Cah Ngilir

KENDAL - Ombak besar disertai badai yang terjadi dalam hari terakhir di Laut Jawa wilayah Desa Sendang Sikucing Kecamatan Rowosari, Kendal, mengakibatkan empat perahu nelayan yang sedang mencari ikan, terempas dan rusak. Musibah tersebut juga mengakibatkan seorang nelayan, Sulaiman (35) luka serius di dada karena tergencet material lambung perahu yang jebol.

Akibat luka yang dideritanya itu, nelayan warga Dukuh Gubuksari Sigentong Desa Gempolsewu, Rowosari tersebut hingga kemarin hanya mampu tergolek di ranjang. Sulaiman belum memeriksakan lukanya ke pengobatan medis, lantaran keterbatasan dana.

Perahu nahas yang diawaki Sulaiman itu, Rabu (26/12) pagi terempas ombak berketinggian mencapai dua meter, serta terbawa arus ke arah pantai hingga akhirnya menabrak karang di muara Kali Kuto, Sendang Sikucing. Adapun tiga perahu nahas lain, diterjang ganasnya ombak Laut Jawa ketika sedang mencari ikan pada Kamis (27/12).

“Perahu saya terbawa ombak berketinggian dua meter sejauh beberapa kilometer, setelah mesin perahu terlepas dari badan perahu. Perahu saya akhirnya menghantam karang dan kandas di muara Kali Kuto. Lambung kanan perahu jebol, kayunya menggencet tubuh Sulaiman,” papar Nur Ali (35) nahkoda sekaligus pemilik perahu nahas “Merpati II”, kemarin.

Dia menambahkan, dua perahu lain miliknya juga menjadi korban keganasan ombak Laut Jawa pada keesokan harinya (Kamis, 27/12-Red) pagi. “Untungnya dua perahu itu hanya mengalami kerusakan ringan.

Tak Melaut

Pantauan di lapangan, hingga kemarin siang gelombang besar serta angin kencang di Laut Jawa wilayah Sendang Sikucing masih terjadi. Kondisi tersebut menyebabkan ribuan nelayan di sejumlah desa Kecamatan Rowosari, belum berani melaut.

Para nelayan memilih untuk menambatkan perahunya di aliran Kali Kuto, sekitar tempat pelelangan ikan (TPI) Tawang, Gempolsewu. “Kami sangat berharap, cuaca kembali bersahabat. Jika kondisi seperti ini berlarut-larut, nelayan kesulitan untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” tutur Asikin (45) nelayan di Gempolsewu, kemarin.

Dia menjelaskan, selain ombak besar disertai angin dan hujan, sebenarnya tangkapan ikan di laut sejak beberapa hari terakhir juga cenderung sepi. “Awalnya nelayan nekat pergi melaut, karena dimaklumi mereka hanya menggantungkan hidupnya dari menangkap ikan di laut.”

Namun, imbuh Asikin, lantaran resiko yang harus ditanggung sangat besar, para nelayan akhirnya memutuskan untuk tidak melaut dulu. “Perahu nelayan yang tak melaut tidak hanya ukuran kecil, seperti jenis sopek. Perahu ukuran yang lebih besar, seperti mini pursesaine juga memilih tidak beroperasi dahulu. ”

Sumber : Suara Merdeka

Anda bisa menulis komentar