
Patung Kuda di Pendopo Kabupaten Kendal
Skip to search - Accesskey = s
Apple Desktop Notebook Server Digital Printing 3D Modeler PDA Digital Camera MP3 /MP4 Memory Printer Speaker Handphone Motherboard LCD Monitor UPS Software Modem Paper Shredder Bags Projector Digital Microscope NOKIA O2 SONY ERICSSON SAMSUNG MOTOROLA GIGABYTE TREO HP IPAQ BLACKBERRY BENQ DOPOD H T C E-TEN QOOL I-MOBILE DMOBO AUDIOVOX COOLPAD CDMA CDMA PDA Phone CDMA & GSM (Dual Mode) APPLE IPOD ARCHOS Multimedia AMOOBA TABLET PC Sarung Sennheiser Headphone Bluetooth I.TECH Bluetooth Memory Card Baterai Keyboard Screen Protector Stylus Cable & Charger Card Reader Casing Crystal Case Infrared Nomor Perdana
Sejak 19 Januari 2006
Terdapat 525 berita dan 1,782 komentar, dalam 17 kategori.
Dilihat: 259361 kali
Pengunjung: 35682 orang
Dilihat Hari ini: 152 kali
Dilihat Anda: 114 kali
Dilihat Anda hari ini: 40 kali

KENDAL - Ombak besar disertai badai yang terjadi dalam hari terakhir di Laut Jawa wilayah Desa Sendang Sikucing Kecamatan Rowosari, Kendal, mengakibatkan empat perahu nelayan yang sedang mencari ikan, terempas dan rusak. Musibah tersebut juga mengakibatkan seorang nelayan, Sulaiman (35) luka serius di dada karena tergencet material lambung perahu yang jebol.
Akibat luka yang dideritanya itu, nelayan warga Dukuh Gubuksari Sigentong Desa Gempolsewu, Rowosari tersebut hingga kemarin hanya mampu tergolek di ranjang. Sulaiman belum memeriksakan lukanya ke pengobatan medis, lantaran keterbatasan dana.
Perahu nahas yang diawaki Sulaiman itu, Rabu (26/12) pagi terempas ombak berketinggian mencapai dua meter, serta terbawa arus ke arah pantai hingga akhirnya menabrak karang di muara Kali Kuto, Sendang Sikucing. Adapun tiga perahu nahas lain, diterjang ganasnya ombak Laut Jawa ketika sedang mencari ikan pada Kamis (27/12).
“Perahu saya terbawa ombak berketinggian dua meter sejauh beberapa kilometer, setelah mesin perahu terlepas dari badan perahu. Perahu saya akhirnya menghantam karang dan kandas di muara Kali Kuto. Lambung kanan perahu jebol, kayunya menggencet tubuh Sulaiman,” papar Nur Ali (35) nahkoda sekaligus pemilik perahu nahas “Merpati II”, kemarin.
Dia menambahkan, dua perahu lain miliknya juga menjadi korban keganasan ombak Laut Jawa pada keesokan harinya (Kamis, 27/12-Red) pagi. “Untungnya dua perahu itu hanya mengalami kerusakan ringan.
Tak Melaut
Pantauan di lapangan, hingga kemarin siang gelombang besar serta angin kencang di Laut Jawa wilayah Sendang Sikucing masih terjadi. Kondisi tersebut menyebabkan ribuan nelayan di sejumlah desa Kecamatan Rowosari, belum berani melaut.
Para nelayan memilih untuk menambatkan perahunya di aliran Kali Kuto, sekitar tempat pelelangan ikan (TPI) Tawang, Gempolsewu. “Kami sangat berharap, cuaca kembali bersahabat. Jika kondisi seperti ini berlarut-larut, nelayan kesulitan untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” tutur Asikin (45) nelayan di Gempolsewu, kemarin.
Dia menjelaskan, selain ombak besar disertai angin dan hujan, sebenarnya tangkapan ikan di laut sejak beberapa hari terakhir juga cenderung sepi. “Awalnya nelayan nekat pergi melaut, karena dimaklumi mereka hanya menggantungkan hidupnya dari menangkap ikan di laut.”
Namun, imbuh Asikin, lantaran resiko yang harus ditanggung sangat besar, para nelayan akhirnya memutuskan untuk tidak melaut dulu. “Perahu nelayan yang tak melaut tidak hanya ukuran kecil, seperti jenis sopek. Perahu ukuran yang lebih besar, seperti mini pursesaine juga memilih tidak beroperasi dahulu. ”
Sumber : Suara Merdeka
Anda bisa menulis komentar