
Menara Masjid Agung Kendal di waktu malam
Skip to search - Accesskey = s
Apple Desktop Notebook Server Digital Printing 3D Modeler PDA Digital Camera MP3 /MP4 Memory Printer Speaker Handphone Motherboard LCD Monitor UPS Software Modem Paper Shredder Bags Projector Digital Microscope NOKIA O2 SONY ERICSSON SAMSUNG MOTOROLA GIGABYTE TREO HP IPAQ BLACKBERRY BENQ DOPOD H T C E-TEN QOOL I-MOBILE DMOBO AUDIOVOX COOLPAD CDMA CDMA PDA Phone CDMA & GSM (Dual Mode) APPLE IPOD ARCHOS Multimedia AMOOBA TABLET PC Sarung Sennheiser Headphone Bluetooth I.TECH Bluetooth Memory Card Baterai Keyboard Screen Protector Stylus Cable & Charger Card Reader Casing Crystal Case Infrared Nomor Perdana
Sejak 19 Januari 2006
Terdapat 525 berita dan 1,782 komentar, dalam 17 kategori.
Dilihat: 259304 kali
Pengunjung: 35679 orang
Dilihat Hari ini: 95 kali
Dilihat Anda: 100 kali
Dilihat Anda hari ini: 26 kali

KENDAL- Belasan hektare areal tanaman jagung di tiga desa wilayah Kecamatan Sukorejo, Kendal, terancam gagal panen. Tiga desa yang berada di perbatasan dengan daerah Temanggung tersebut, yakni Desa Ngargosari, Purwosari, dan Bringinsari.
“Tanaman berusia dua bulan itu, rata-rata telah berbuah jagung muda. Lantaran terkena hujan deras disertai angin kencang pada Minggu (23/12) dan Senin (24/ 12), sebagian tanaman jagung patah pada pohon bagian tengah,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Kendal dokter Joko Kartono, kemarin.
Anggota DPRD dari daerah pemilihan VI (Sukorejo, Plantungan, Pageruyung, serta Patean) itu menambahkan, areal tanaman jagung di tiga desa itu yang rusak mencapai belasan hektare. “Tanaman ini jenis jagung putih. Makanan pokok sehari-hari sebagian besar masyarakat di tiga desa tersebut adalah jagung putih.”
Beras bukan menjadi makanan pokok bagi warga di tempat itu. Kebiasaan mengonsumsi jagung sebagai makanan pokok, menurut Joko, sudah terjadi turun-temurun. Misal, warga desa mengonsumsi nasi aking, akan kembali terulang seperti setahun lalu. “Gara-gara gagal panen jagung akhir 2006, sebagian warga Desa Bringinsari terpaksa mengonsumsi nasi aking.”
Sumber : Suara Merdeka
Anda bisa menulis komentar