Kendal dalam foto (4)
Stadion Olahraga Kendal tampak depan

“Berikan Kepercayaan pada Anak untuk Berkreasi”

Rabu, 26 Desember 2007 20:07 waktu Kendal
Kategori: Berita Kendal oleh Cah Ngilir

KENDAL- Para orang tua, terutama kaum ibu hendaknya tidak melarang anak melakukan ekplorasi. Misalnya, bermain dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Orang tua harus berani memberikan kepercayaan kepada anak sebelum memberikan perintah.

“Berikan kepercayaan kepada anak melalui sebuah komunikasi yang baik,” kata Kepala Play Group Islam terpadu (PGIT) Robanni Kendal Indah Sulistyowati AMd, saat menjadi narasumber dialog memperingati Hari Ibu di Aula Kantor Nakerstrans, kemarin.

Dia mencontohkan, saat mengingatkan anak agar melaksanakan shalat lima waktu, ibu bisa mengatakan “Ibu percaya, kamu (si-anak) sudah bisa mengatur waktu sendiri. Kapan saatnya kamu belajar, kapan menunaikan ibadah shalat tepat waktu, dan kapan bermain. Sekarang sudang hampir pukul 14.00, mengapa belum juga menunaikan shalat dzuhur.”

Kegiatan menyambut Hari Ibu yang digelar Pos Wanita Keadilan Kendal bertajuk “Ibu, Engkau, Guru, dan Pertama Anak-anakmu” tersebut diikuti kader wanita DPD PKS dari Kecamatan Kendal, Pegandon, dan Patebon. Dialog dimoderatori Hikmah Fitriah Purbandari SPd. Acara serupa juga digelar dalam waktu yang berbeda di sejumlah daerah pemilihan (DP) di Kendal, seperti Cepiring, Kaliwungu, dan Plantungan.

Hindari Marah

“Yang dimaksud dengan komunikasi yang baik antara lain orang tua harus mengetahui kapan saatnya mengajak anak berkomukasi. Hindari memberikan masukan kepada anak dengan dibarengi amarah,” papar Indah.

Sebab, sebagian besar usulan ibu yang disampaikan akan sulit diterima anak. “Ketika itu kejiwaan atau emosi anak sedang labil. Anak sulit untuk menerima masukan lewat telinga atau menelaah inti pesan yang disampaikan ibu. Maka, jangan salahkan anak jika kemudian waktu akan melanggar nasihat itu.”

Memberikan nasihat, tutur Indah, sebaiknya diberikan saat orang tua dalam kondisi tenang dan tidak marah. “Di samping itu, juga diperlukan strategi, bahasa komunikasi yang baik untuk menyalurkan nasihat. Anak yang sejak dini diberikan kepercayaan berkreasi, akan memiliki kreativitas lebih baik.”

Hal itu akan sangat bermanfaat bagi si anak ketika dewasa nanti. Anak yang kreatif tidak akan mudah putus asa. Misalnya, saat dewasa di mana persaingan dunia kerja sulit, maka si anak diharapkan mempunyai kreativitas atau gagasan untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.

Sumber : Suara Merdeka

Anda bisa menulis komentar