Kendal dalam foto (5)
Menara Masjid Agung Kendal di waktu malam

Dua Siswa SMPN yang Tenggelam Ditemukan

Sabtu, 22 Desember 2007 19:50 waktu Kendal
Kategori: Investigasi oleh Cah Ngilir

KENDAL- Dua pelajar kelas VII SMP Negeri Brangsong, Kendal, yang hilang setelah berenang di pantai Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Jumat (21/12) sekitar pukul 04.30 akhirnya ditemukan. Keduanya, Mistriyanto (12) dan Muhammad Syaeful (12) warga Dukuh Mangir RT 3 RW 4 Desa Nolokerto, Kaliwungu, itu ditemukan dalam kondisi tewas.

Ketika ditemukan tim SAR Bahurekso yang beranggotakan warga Dukuh Ngebum, para korban hanya mengenakan celana dalam. Lokasi penemuan dua siswa nahas tersebut hanya berjarak sekitar dua meter dari bibir pantai, serta mempunyai kedalaman sekitar satu meter.

Lokasi penemuan itu, berjarak lebih kurang lima meter (ke arah laut-Red) dari tempat tenggelamnya. Jenazah dua siswa itu menepi, karena diperkirakan terhanyut ombak Laut Jawa yang mengarah ke tepian. Usai dievakuasi dari lokasi, korban kemudian dibawa ke RSUD Dr Soewondo guna divisum.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah orang tua masing-masing, dan kemarin siang dikebumikan di pemakaman Dukuh Mangir. “Semalam (Kamis, 20/12), kami telah melakukan pencarian dengan menyisiri pantai Ngebum. Penyisiran dilakukan dengan menebar jaring berulang-ulang, termasuk di lokasi penemuan itu. Namun, saat itu upaya yang dilakukan tidak mendapat hasil,” kata anggota tim SAR Ahmad Diyono (43), kemarin.

Upaya penyisiran yang melibatkan belasan anggota tim SAR itu menggunakan sebuah perahu karet bermesin milik Kantor Kesbanglinmas Pemkab Kendal. Penyisiran mulai dilakukan sekitar pukul 21.00 dan dihentikan pukul 23.00 (Kamis, 20/12-Red).

Tidak Pamit

“Kami berencana melakukan pencarian kembali pada Jumat (21/12) pukul 08.00, namun dibatalkan karena kedua korban kalap terebut telah lebih dulu ditemukan warga Ngebum,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, dua pelajar SMP Negeri Brangsong, Kendal, Kamis (20/12) siang hilang saat mandi dan berenang di pantai Ngebum. Mistriyanto dan Saeful kalap di pantai Ngebum, setelah sebelumnya berenang di tempat itu bersama tiga teman sepermainan di kampungnya. Yakni, Edi, Prasojo, dan Dedi.

Mereka berenang, setelah melihat pesta sadranan pantai Ngebum. Edi, Dedi dan Prasojo berhasil menyelamatkan diri dari keganasan ombak Laut Jawa yang saat itu kurang bersahabat. Adapun Mistriyanto dan Syaeful mengalami nasib buruk karena hilang ditelah ombak.

“Pencarian akhirnya diarahkan di pantai Ngebum ini, karena menurut keterangan teman-teman Mistriyanto yang lebih dahulu pulang ke rumah masing-masing, siang sebelumnya mereka sempat mandi bersama di tempat ini,” kata ayah Mistriyanto, Sudarno (47) kemarin.

Dia menambahkan Mistriyanto adalah anak bungsu dari empat bersaudara yang saat ini masih duduk di bangku kelas VII SMPN 1 Brangsong. Pada Kamis (20/12) pukul 09.00 Mistriyanto masih terlihat sedang menyaksikan pemotongan hewan kurban di mushala kampungnya. Diperkirakan, dia mulai pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan kepada orang tuanya sekitar pukul 10.00.

Sumber : Suara Merdeka

Anda bisa menulis komentar