
Patung Kuda di Pendopo Kabupaten Kendal
Skip to search - Accesskey = s
Apple Desktop Notebook Server Digital Printing 3D Modeler PDA Digital Camera MP3 /MP4 Memory Printer Speaker Handphone Motherboard LCD Monitor UPS Software Modem Paper Shredder Bags Projector Digital Microscope NOKIA O2 SONY ERICSSON SAMSUNG MOTOROLA GIGABYTE TREO HP IPAQ BLACKBERRY BENQ DOPOD H T C E-TEN QOOL I-MOBILE DMOBO AUDIOVOX COOLPAD CDMA CDMA PDA Phone CDMA & GSM (Dual Mode) APPLE IPOD ARCHOS Multimedia AMOOBA TABLET PC Sarung Sennheiser Headphone Bluetooth I.TECH Bluetooth Memory Card Baterai Keyboard Screen Protector Stylus Cable & Charger Card Reader Casing Crystal Case Infrared Nomor Perdana
Sejak 19 Januari 2006
Terdapat 525 berita dan 1,782 komentar, dalam 17 kategori.
Dilihat: 259317 kali
Pengunjung: 35681 orang
Dilihat Hari ini: 108 kali
Dilihat Anda: 102 kali
Dilihat Anda hari ini: 28 kali

KENDAL - Untuk membuat tanggul darurat sebagai antisipasi meluapnya beberapa air sungai di Kendal, Dinas Pengairan (Disran) telah menyiapkan 32 ribu karung.
Menurut Basubdin Bina Program Disran Totok Pujo Buntoro, persediaan karung yang ada di kantor masih mencukupi dipakai mengatasi tanggul yang terancam jebol. Biasanya, tanggul yang jebol diberi tumpukan karung berisi tanah dan pasir sebagai langkah darurat.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, tanggultanggul yang mengalami kerusakan sudah didata dan diprediksi jauh-jauh hari. “Semua karung sudah kami siapkan, tinggal mengambil di kantor, jika sewaktu-waktu terjadi tanggul jebol,” jelasnya.
Dia menyebut, kawasan Sungai Bodri paling rawan tanggul jebol. Beberapa titik tanggul rawan jebol berada di Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, Desa Lanji, Kecamatan Patebon, Desa Damarsari dan Cepiring, Kecamatan Cepiring, dan Desa Pidodo Wetan, Kecamatan Patebon.
Kemudian alur Sungai Kuto meliputi Desa Sambongsari dan Karanganom, Kecamatan Weleri. Terakhir arus Sungai Blorong menyebabkan tanggul jebol di Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel. “Kawasan tersebut selama ini sering terjadi tanggul jebol diterjang arus sungai yang sangat deras,” ujarnya.
Sumber : Wawasan Digital
Rabu, 13 Februari 2008 12:10 WIB
Bapak2 pimpinan(pemkab,camat,dan lurah cepiring ) Saya warga sembung mau usul, sebaiknya untuk perbaikan tanggul sungai bodri jangan melibatkan tenaga warga,karena kurang efektif( korban tenaga,waktu,juga konsumsi )hasil yang didapat tidak maksimal.Lebih baik kita iuran wajib,ttp harus di sesuaikan dng kemampuan masing2 orang(orang biasa ,kaya dan golongan pengusaha ) nanti hasilnya berapa dan tentunya di tambah dana pemerentah daerah berapa, kita kumpulkan dan buat lelang proyek.Gimana?Setuju tidak..
Sabtu, 19 Januari 2008 13:10 WIB
Ass……
untuk dinas pembangunan jalan kendal, khususnya di wilayah gemuh. kami minta jalur sojomerto-gemuh, aspalnya direhap kembali.