
Gerbang Selamat Datang Kendal
Skip to search - Accesskey = s
Apple Desktop Notebook Server Digital Printing 3D Modeler PDA Digital Camera MP3 /MP4 Memory Printer Speaker Handphone Motherboard LCD Monitor UPS Software Modem Paper Shredder Bags Projector Digital Microscope NOKIA O2 SONY ERICSSON SAMSUNG MOTOROLA GIGABYTE TREO HP IPAQ BLACKBERRY BENQ DOPOD H T C E-TEN QOOL I-MOBILE DMOBO AUDIOVOX COOLPAD CDMA CDMA PDA Phone CDMA & GSM (Dual Mode) APPLE IPOD ARCHOS Multimedia AMOOBA TABLET PC Sarung Sennheiser Headphone Bluetooth I.TECH Bluetooth Memory Card Baterai Keyboard Screen Protector Stylus Cable & Charger Card Reader Casing Crystal Case Infrared Nomor Perdana
Sejak 19 Januari 2006
Terdapat 525 berita dan 1,782 komentar, dalam 17 kategori.
Dilihat: 259262 kali
Pengunjung: 35676 orang
Dilihat Hari ini: 53 kali
Dilihat Anda: 88 kali
Dilihat Anda hari ini: 14 kali

KENDAL - Kalau tahun-tahun sebelumnya setiap penyembelihan hewan kurban di Kendal dikenai biaya retribusi, untuk tahun ini Pemkab Kendal menggratiskan biaya penyembelihan hewan kurban. Meski ada Perda yang mengatur biaya penyembelihan hewan kurban, tahun ini dihapuskan.
Kasubdin Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Diah Aning Budiarti melalui stafnya dokter hewan Hudi Sembodo, menjelaskan sesuai perda, hewan besar dikenai retribusi Rp 17.500 dan hewan kecil Rp 5.000.
Penggratisan penyembelihan hewan kurban ini sesuai dengan instruksi Wakil Bupati Dra Hj Siti Nurmarkesi, belum lama ini. “Sesuai dengan instruksi wabup, tahun ini biaya penyembelihan hewan kurban tidak dikenakan biaya retribusi alias digratiskan,” ujarnya.
Menurut Hudi, retribusi penyembelihan hewan kurban biasanya ditarik di rumah pemotongan hewan (RPH) atau di lokasi penyembelihan hewan kurban. Namun praktiknya selama ini tidak semua hewan yang disembelih dikenai biaya retribusi.
Lebih lanjut Hudi menjelaskan, pihaknya menerjunkan 70 petugas untuk memantau penyembelihan hewan kurban. Mereka disebar di 20 kecamatan yang ada. Dari hasil pantauan sementara, tidak ada hewan kurban yang mengandung penyakit antraks. Artinya semua daging layak dikonsumsi.
Diakui, pihaknya hanya menemukan hewan kurban terkena diare dan sakit mata. Setelah diobati, kedua penyakit itu sembuh. Sehingga daging hewan yang disembelih layak dikonsumsi.
Menurutnya, hewan kurban tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Lokasi penyembelihan hewan kurban antara lain di Masjid Agung, Masjid Mujahidin, kompleks Purin, RSS, Mapolres Kendal dan sejumlah masjid besar di Kendal. “Masyarakat tidak perlu khawatir, karena semua hewan kurban sudah diperiksa terlebih dahulu,” pintanya. Mar/Jon
Sumber: Wawasan Digital
Sabtu, 29 Desember 2007 15:28 WIB
aduhhhhhhhhhhhhhhh
belum ada berita yang anyar yo, butuh berita dari kotaku tercinta. komunitas kendal di perantauan ada nggak sih…